Senin, 27 November 2017

Cara mempertahankan gizi seimbang pada Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, biasanya seseorang dengan usia 10-19 tahun merupakan golongan remaja dimana secara fisik akan mengalami berbagai perubahan yang spesifik dan secara psikologis akan mulai mencari identitas diri. Perubahan fisik karena pertumbuhan akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau  kecukupan akan menimbulkan masalah gizi baik berupa masalah gizi berlebih maupun gizi kurang. Masalah gizi pada remaja akan berpengaruh atau memberi dampak buruk terhadap tingkat kesehatan masyarakat seperti misalnya penurunan konsentrasi belajar dan penurunan kesegaran jasmani. Perubahan pada masa remaja dapat berpengaruh terhadap kebiasaan makannya, seperti misalnya perempuan yang menginjak usia remaja akan cenderung memperhatikan penampilan tubuhnya dan menginginkan tubuh yang ideal sehingga akan cenderung mengubah pola makannya dan melakukan berbagai jenis diet. Akan tetapi sering kali, diet yang dijalankan justru akan berdampak buruk bagi keseimbangan gizinya.
          

                     
Kebutuhan gizi remaja adalah konsumsi energy yang berassal dari makanan yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran energi seseorang bila mempunyai ukuran dan kompisisi tubuh dengan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kesehatan jangka panjang dan memungkinkan pemeliharaan aktivitas fisik yang dibutuhkan secara sosial dan ekonomi. Kebutuhan gizi remaja laki-laki dan perempuan tentu saja berbeda. Remaja laki-laki cenderung lebih banyak melakukan aktivitas fisik sehingga membutuhkan energi lebih banyak. Sedangkan aktivitas perempuan yaitu mulai terjadinya periode haid yang terjadi secara rutin setiap bulannya sehingga memerlukan asupan makanan yang kayak akan protein dan zat besi dalam jumlah yang banyak. Pada masa remaja kebutuhan atau kecukupan zat gizi cukup tinggi sehingga faktor gizi sangat berperan dalam menentukan posture dan performance seseorang pada usia dewasa.

Masalah gizi yang ditemukan pada masa remaja adalah:
-        kurang gizi (Underweight)
-        Obesitas (Overweight)
-        Anemia, gondok

Asupan makanan yang akan digunakan sebagai sumber energi tubuh harus senantiasa seimbang karena kekurangan energi dan kelebihan energi memiliki dampak yang kurang baik baik tubuh seseorang.
·         Kekurangan energi akan menjadikan tubuh mengalami keseimbangan negatif, akibatnya berat badan remaja kurang dari berat badan yang seharusnya (berat badan ideal). Bila terjadi pada bayi dan anak-anak akan menghambat pertumbuhan dan pada orang dewasa akan menyebabkan penurunan berat badan dan kerusakan jaringan tubuh.
·         Kelebihan energi akan diubah menjadi lemak tubuh. Hal ini akan berakibat pada tejadinya kenaikan berat badan secara berlebihan atau kegemukan. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya kegemukan antara lain adalah teralu banyak mengkonsumsi makanan dalam hal karbohidrat, lemak maupun protein, dan kurangnya aktivitas fisik atau berolahraga.

Untuk tetap menjaga keseimbangan gizi pada remaja maka perlu diterapkan perilaku makan yang sehat pada remaja. Berikut merupakan beberapa anjuran untuk menciptakan pola kebiasaan pangan yang baik bagi remaja antara lain :
v  Mendorong remaja untuk menikmati makanan, mencoba makanan yang baru, mengkonsumsi beberapa makanan di pagi hari, makan bersama dengan keluarga, dan menyeleksi makanan yang bergizi.
v  Mengatur jadwal kegiatan remaja sehingga waktu makan tidak berbenturan dengan kegiatan yang lain.
v  Menyiapkan data dasar tentang pangan dan gizi sehingga remaja dapat memutuskan jenis makanan yang akan dikonsumsi berdasarkan informasi yang diperoleh.
v  Memberikan penekanan tentang manfaat makanan yang baik seperti perbaikan vitalitas dan peningkatan ketahanan fisik.
v  Membenarkan pilihan pada makanan cemilan bergizi dan secara berkesinambungan menjelaskan kekeliruan mereka yang masih memilih makanan yang tidak bergizi.
v  Menyiapkan cemilan yang bergizi di lemari es.
v  Melatih tanggung jawab remaja dalam hal perencanaan makanan, pembejaran dan pemasakan.

Terdapat pula beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memperoleh gizi yang seimbang dan menyehatkan melalui konsumsi makanan antara lain :
Memusatkan makanan utama pada makanan yang mengandung karbohidrat, konsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang banyak, memperbanyak konsumsi ikan, mengurangi konsumsi bahan panagan yang mengandung lemak jenuh dan gula, mengurangi penggunaan garam dalam makanan, perbanyak kegiatan atau aktivitas fisik, memperbanyak konsumsi air putih, selalu menyempatkan diri untuk sarapan pagi, dan menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein.


DAFTAR PUSTAKA
Ariani, Ayu P dan Keb, AM. 2017. Ilmu Gizi. Nuha Medika. Yogyakarta

Emilia, Eli. 2009. Pengetahuan, Sikap dan Praktek Gizi pada Remaja dan Implikasinya pada Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol.1, No.1. Oktober 2009.

Natalia, Putri dkk,. 2012. Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang dan Status Gizi pada Remaja Putri di SMAN 1 Tarutung tahun 2012. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.


Cara mempertahankan gizi seimbang pada Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, biasanya seseorang dengan usia 10-19 tahun merupakan golongan remaja...